Permendiknas No 2 Th 2011

                                                                                                                 


 PROSEDUR OPERASI STANDAR 
UJIAN NASIONAL SEKOLAH DASAR, 
MADRASAH IBTIDAIYAH, DAN SEKOLAH DASAR LUAR BIASA 
TAHUN PELAJARAN 2010/2011


































BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
2011
 
  1





PERATURAN
BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
NOMOR: 0152/SK-POS/BSNP/I/2011
 
TENTANG

PROSEDUR OPERASI STANDAR UJIAN NASIONAL 
 SEKOLAH DASAR, MADRASAH IBTIDAIYAH, DAN 
SEKOLAH DASAR LUAR BIASA 
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

  BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Menimbang    :   bahwa  dalam  rangka  pelaksanaan  Peraturan  Menteri
Pendidikan  Nasional  Nomor  2  Tahun  2010  tentang  Ujian
Sekolah/Madrasah  dan  Ujian  Nasional  pada  Sekolah
Dasar/Madrasah  Ibtidaiyah    dan  Sekolah  Dasar  Luar  Biasa
Tahun  Pelajaran  2010/2011,  perlu  menetapkan  Peraturan
Badan  Standar  Nasional  Pendidikan  tentang  Prosedur
Operasi  Standar  Ujian  Nasional  Sekolah  Dasar,  Madrasah
Ibtidaiyah,  dan  Sekolah  Dasar  Luar  Biasa  Tahun  Pelajaran
2010/2011;

Mengingat  :  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang  Sistem  Pendidikan  Nasional  (Lembaran  Negara
Tahun  2003  Nomor  78,  Tambahan  Lembaran  Negara
Nomor 4301);
2. Peraturan  Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang
Standar  Nasional  Pendidikan  (Lembaran  Negara  Tahun
2005  Nomor  41,  Tambahan  Lembaran  Negara  Nomor
4496);
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 2 Tahun 2010 tentang Ujian Sekolah/Madrasah dan
Ujian  Nasional  pada  Sekolah  Dasar/Madrasah  Ibtidaiyah 
dan Sekolah Dasar Luar Biasa Tahun Pelajaran 2010/2011;

MEMUTUSKAN

Menetapkan  :  PERATURAN  BADAN  STANDAR  NASIONAL  TENTANG
PROSEDUR  OPERASI  STANDAR  UJIAN  NASIONAL
SEKOLAH  DASAR,  MADRASAH  IBTIDAIYAH,  DAN
SEKOLAH  DASAR  LUAR  BIASA  TAHUN  PELAJARAN
2010/2011 
  2



Pasal 1

Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional, selanjutnya disebut POS UN, Tahun
Pelajaran  2010/2011  diatur  dalam  Lampiran  Peraturan  BSNP  ini  yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan BSNP ini.

Pasal 2

Peraturan BSNP  ini merupakan  acuan  dalam  penyelenggaraan Ujian Nasional 
Tahun Pelajaran 2010/2011.


Pasal 3

Hal-hal  yang  belum  diatur  dalam  Peraturan  BSNP  ini  diputuskan  oleh  Ketua
Badan Standar Nasional Pendidikan.


Pasal 4
Peraturan BSNP ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.



                                                      Ditetapkan di Jakarta
                                                Pada tanggal 3 Januari  2011
                         














 
  3
LAMPIRAN 
KEPUTUSAN
BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
NOMOR : 0152/SK-POS/BSNP/I/2011

TENTANG

PROSEDUR OPERASI STANDAR UJIAN NASIONAL SEKOLAH DASAR,
MADRASAH IBTIDAIYAH, DAN SEKOLAH DASAR LUAR BIASA 
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

 
I. PESERTA UJIAN NASIONAL

A.  Persyaratan Peserta Ujian Nasional (UN) 

1.  Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di satuan pendidikan SD, MI,
dan SDLB (Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa Ringan, dan Tunalaras).
2.  Peserta  didik  yang memiliki  laporan  lengkap  penilaian  hasil  belajar  pada
satuan pendidikan sampai dengan semester 1 tahun terakhir.
3.  Peserta  didik  yang  belajar  di  sekolah  internasional  di  Indonesia  yang
memiliki  izin  untuk  menerima  peserta  didik  WNI,  dapat  mengikuti  UN
pada sekolah/madrasah penyelenggara terdekat. 
4.  Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak
dapat  mengikuti  UN  di  satuan  pendidikan  yang  bersangkutan,  dapat
mengikuti UN di satuan pendidikan  lain pada  jenjang dan  jenis yang sama
atau pada tempat lain yang ditentukan sebagai penyelenggara UN.
5.  Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak
dapat mengikuti UN utama dapat mengikuti UN susulan.

B.  Pendaftaran Peserta UN

1.  Sekolah/madrasah  penyelenggara  UN  melakukan  pendaftaran  peserta
dengan  menggunakan  format  pendaftaran  dari  Pusat  Penilaian
Pendidikan (Puspendik).
2.  Sekolah/madrasah  penyelenggara  UN    mengirimkan  daftar  peserta  ke
Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  paling  lambat  dua  bulan
sebelum ujian.
3.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  mengkoordinasikan  entry
data  peserta  dengan  menggunakan  software  yang  diterbitkan  oleh
Puspendik.
4.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  mencetak  dan
mendistribusikan  Daftar  Nominasi  Sementara  (DNS)  ke
sekolah/madrasah penyelenggara UN.
5.  Sekolah/madrasah  penyelenggara  UN    melakukan  verifikasi  DNS  dan
mengirimkan  hasil  verifikasi  ke  Penyelenggara  UN  Tingkat
Kabupaten/Kota.
6.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  melakukan  finalisasi  data,
mencetak,  dan  mendistribusikan  Daftar  Nominasi  Tetap  (DNT)  beserta 
  4
Kartu Peserta UN  ke sekolah/madrasah penyelenggara UN paling lambat
satu bulan sebelum pelaksanaan UN.
7.  Kepala  sekolah/madrasah  penyelenggara  UN  menandatangani  dan
membubuhkan stempel pada Kartu Peserta UN yang  telah ditempel  foto
peserta.
8.  Peserta yang  tidak  lulus UN pada  tahun pelajaran 2007/2008 yang akan
mengikuti  UN  tahun  pelajaran  2008/2009  harus  terdaftar  pada
sekolah/madrasah  asal  atau  sekolah/madrasah  penyelenggara  UN  dan
mengikuti proses pembelajaran yang diatur oleh sekolah/madrasah yang
bersangkutan.  Mata  pelajaran  yang  ditempuh  dapat  seluruh  mata
pelajaran  yang  diujikan  atau  mata  pelajaran  yang  nilainya  belum
memenuhi  syarat  kelulusan  sesuai  dengan  Permendiknas  Nomor  82
tanggal  11  Desember  Tahun  2008  tentang  Ujian  Akhir  Sekolah
Berstandar  Nasional.  Nilai  yang  digunakan  adalah  nilai  tertinggi  dari
kedua hasil ujian. 


II. PENYELENGGARA UN

Penyelenggara UN terdiri atas Penyelenggara UN Tingkat Pusat, Penyelenggara
UN  Tingkat  Provinsi,  Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota,  dan
Penyelenggara UN  Tingkat Sekolah/Madrasah.
 
A.  Penyelenggara UN Tingkat Pusat

1.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Pusat  ditetapkan  dengan  keputusan  Ketua
BSNP yang terdiri atas unsur-unsur:
a.   Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP);
b.  Badan  Penelitian  dan  Pengembangan  Kementerian  Pendidikan
Nasional;
c.  Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional;
d.  Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar 
e.  Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional; 
f.  Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama; dan
g.  Biro Hukum Kementerian Pendidikan Nasional.

2.  Penyelenggara UN Tingkat Pusat mempunyai tugas dan tanggung jawab:
a.  merencanakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan ujian;
b.  menetapkan kisi-kisi soal;
c.  menetapkan 25% butir soal;
d.  menyiapkan, menggandakan, dan mendistribusikan  seluruh  soal untuk
Sekolah  Indonesia  di  luar  negeri  dengan  menggunakan  master  soal
yang ditetapkan BSNP;
e.  menyusun POS UN;
f.  melakukan sosialisasi pelaksanaan ujian;
g.  menetapkan jadwal pelaksanaan ujian dan pengumuman hasil ujian;
h.  menyiapkan,  menggandakan,  dan  mendistribusikan  Standar
Kompetensi  Lulusan  UN  (SKLUN)  dan  kisi-kisi  soal  UN  ke
Penyelenggara UN Tingkat Provinsi; 
  5
i.  menetapkan  persyaratan  kelayakan  perusahaan  percetakan  dan
teknis pencetakan naskah soal;
j.  melakukan  pelatihan  penulisan  dan  penetapan  soal  UN  bersama
penyelenggara UN  tingkat provinsi;
k.  memantau persiapan dan pelaksanaan ujian;
l.  melakukan supervisi penskoran Lembar Jawaban UN (LJUN);
m. mengumpulkan dan menganalisis data hasil UN; dan
n.  membuat laporan pelaksanaan UN kepada Menteri. 

B.  Penyelenggara UN Tingkat Provinsi

1.  Gubernur  menetapkan  Penyelenggara  UN  Tingkat  Provinsi  yang  terdiri
atas unsur-unsur: 
a.  Dinas Pendidikan Provinsi;
b.  Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag).

2.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Provinsi  mempunyai  tugas  dan  tanggung
jawab:
a.  merencanakan pelaksanaan ujian di wilayahnya;
b.  melakukan  sosialisasi  pelaksanaan  ujian  kepada  kepala  dinas
pendidikan  kabupaten/kota,  kepala  kantor  Kementerian  Agama
Kabupaten/Kota,    dewan  pendidikan  provinsi,  DPRD  provinsi,
pemerintah  daerah  provinsi,  media  massa,  dan  pemangku
kepentingan lain   di wilayahnya;
c.  menggandakan dan mendistribusikan POS UN  ke  sekolah/madrasah
penyelenggara  ujian melalui  Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/
Kota;
d.  mendistribusikan Peraturan Menteri (Permen) dan kisi-kisi soal UN ke
sekolah/madrasah  penyelenggara  ujian  melalui  Penyelenggara  UN
Tingkat Kabupaten/ Kota;
e.  menyelenggarakan  pelatihan  penulisan  dan  penetapan  soal  UN
bersama penyelenggara UN tingkat pusat. 
f.  menyusun  75%  butir  soal  berdasarkan  kisi-kisi  soal  UN    Tahun
Pelajaran 2010/2011 yang ditetapkan oleh BSNP;
g.  merakit soal berdasarkan kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran 2010/2011
dan  melakukan  penjaminan  mutu  soal  bersama  penyelenggara  UN
tingkat pusat; 
h.  menyiapkan bahan UN khusus untuk SDLB;
i.  mencetak  bahan  UN  yang  mencakup  Naskah  Soal,  LJUN,  Daftar
Hadir, dan Berita Acara; 
j.  mendistribusikan  bahan  UN  ke  sekolah/madrasah  penyelenggara
melalui Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota;
k.  menjaga kerahasiaan bahan UN;
l.  menjaga keamanan pelaksanaan ujian;
m. melakukan penskoran hasil UN;
n.  menyampaikan  hasil  penskoran  dan  pemindaian  (scanning)  kepada
Penyelenggara UN Tingkat Pusat;
o.  mencetak dan mendistribusikan Daftar Kolektif Hasil UN (DKHUN) per
sekolah/madrasah  penyelenggara  yang  ditandatangani  oleh  Kepala 
  6
Dinas Pendidikan Provinsi atas nama gubernur ke Penyelenggara UN
Tingkat Kabupaten/Kota;
p.  mencetak dan mendistribusikan Surat Keterangan Hasil UN (SKHUN)
ke  sekolah/madrasah  penyelenggara  melalui  Penyelenggara  UN
Tingkat Kabupaten/Kota;
q.  mencetak dan mendistribusikan blangko ijazah; 
r.  memantau dan mengevaluasi pelaksanaan UN di wilayahnya;
s.  membuat  laporan  pelaksanaan  UN  tingkat  provinsi  dan
menyampaikan kepada Penyelenggara UN  Tingkat Pusat.

C.  Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota

1.  Bupati/Walikota menetapkan Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota
yang terdiri atas unsur-unsur:
a.  Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
b.  Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

2.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  mempunyai  tugas  dan
tanggung jawab:
a.  mengkoordinasikan,  merencanakan,  dan  mensosialisasikan
pelaksanaan UN yang  jujur kepada kepala sekolah/madrasah, dewan
pendidikan,  DPRD  Kabupaten/Kota,  pemerintah  daerah
kabupaten/kota,   media massa, dan pemangku  kepentingan  lain     di
wilayahnya ;
b.  mendata  dan  menetapkan  sekolah/madrasah  penyelenggara  UN
untuk  SD, MI, dan SDLB dengan prosedur: 
1)  mendata  sekolah/madrasah  berdasarkan  aspek-aspek  kelayakan
tempat pelaksanaan UN, sebagai bahan pertimbangan penetapan
sekolah/ madrasah penyelenggara;
2)  menetapkan  sekolah/madrasah  penyelenggara  ujian  dan
sekolah/madrasah  yang  menggabung  yang  dituangkan  dalam
Surat Keputusan Penyelenggara UN  Tingkat Sekolah/Madrasah;
3)  menyampaikan  surat  keputusan  tersebut  ke  sekolah/madrasah
penyelenggara UN .
c.  mendata dan menetapkan calon peserta ujian;
d.  mengelola  database  peserta  UN  serta menerbitkan  Daftar  Nominasi
Sementara (DNS) dan Daftar Nominasi Tetap (DNT);
e.  mendistribusikan  Permen,    kisi-kisi  soal  UN,  dan  POS  UN  ke
sekolah/madrasah penyelenggara;
f.  mendistribusikan bahan UN ke sekolah/madrasah penyelenggara UN;
g.  menjaga kerahasiaan dan keamanan bahan UN;
h.  menjaga keamanan pelaksanaan UN;
i.  melakukan  pemindaian  LJUN  dengan  menggunakan  software  yang
ditentukan  oleh  Penyelenggara  UN  Tingkat  Pusat.  Bagi
kabupaten/kota yang belum siap melakukan pemindaian, pemindaian
dilaksanakan oleh provinsi;
j.  mengirimkan hasil pemindaian ke Penyelenggara UN Tingkat Provinsi;
k.  menerima  DKHUN  dan  SKHUN  dari  Penyelenggara  UN    Tingkat
Provinsi  dan  mengirimkannya  ke  sekolah/madrasah  penyelenggara
UN; 
  7
l.  melaksanakan  pemantauan  dan  evaluasi  pelaksanaan  UN    di
wilayahnya;
m. membuat  laporan  pelaksanaan  UN  kabupaten/kota  dan
menyampaikannya ke Penyelenggara UN Tingkat Provinsi.

D.  Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah

1.  Sekolah/Madrasah  yang  dapat  menyelenggarakan  UN  adalah  sekolah/
madrasah  yang  memiliki  fasilitas  ruang  yang  layak  dan  persyaratan
lainnya yang ditetapkan oleh Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota. 

2.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Sekolah/Madrasah  ditetapkan  oleh  Kepala
Sekolah/Madrasah penyelenggara UN, yang terdiri atas unsur-unsur: 
a.  Kepala  Sekolah/Madrasah  dan  guru  dari  sekolah/madrasah
penyelenggara UN  yang bersangkutan; 
b.  Kepala Sekolah/Madrasah dan guru dari Sekolah/Madrasah  lain yang
bergabung.

3.  Sekolah/Madrasah  penyelenggara  UN  mempunyai  tugas  dan  tanggung
jawab sebagai berikut: 
a.  merencanakan  pelaksanaan  UN  di  sekolah/madrasah  berdasarkan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang UN dan POS UN;  
b.  melaksanakan sosialisasi pelaksanaan UN kepada guru, peserta UN, 
orang tua, dan komite sekolah;
c.  melakukan  pendaftaran  calon  peserta  UN  dan  mengirimkannya  ke
Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota;
d.  melakukan latihan pengisian LJUN kepada calon peserta UN;
e.  mengambil  bahan  UN  di  tempat  yang  sudah  ditetapkan  oleh
Penyelenggara UN  Tingkat Kabupaten/Kota;
f.  memeriksa  dan  memastikan  amplop  naskah  UN  dalam  keadaan
tertutup;
g.  menjaga  kerahasiaan  dan  keamanan  bahan  UN  dengan melibatkan
Kantor  Cabang  Dinas  Pendidikan/Unit  Pelaksana  Teknis  Dasar
Tingkat Kecamatan;
h.  melaksanakan UN sesuai dengan POS;
i.  menyiapkan  ruang  khusus  untuk  pelaksanaan  UN  bagi  siswa  yang
berkebutuhan khusus; 
j.  menjaga  keamanan  pelaksanaan  UN  dengan  melibatkan  Kantor
Cabang  Dinas  Pendidikan/Unit  Pelaksana  Teknis  Pendidikan  Dasar
Tingkat Kecamatan;
k.  memeriksa  dan  memastikan  amplop  LJUN  dalam  keadaan  tertutup
dengan dilem/dilak    dan  telah  ditandatangani  oleh Pengawas Ruang
UN, serta dibubuhi stempel sekolah/madrasah penyelenggara UN;
l.  mengumpulkan  bahan  UN  serta mengirimkannya  ke  Penyelenggara
UN Tingkat Kabupaten/Kota;
m. menerima DKHUN dari Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota;
n.  menerbitkan,  menandatangani,  dan  membagikan  SKHUN  kepada
peserta UN; 
  8
o.  menyampaikan  laporan  pelaksanaan UN  kepada Penyelenggara UN
Tingkat  Kabupaten/Kota,  khusus  untuk  sekolah  Indonesia  di  luar
negeri, kepada Perwakilan RI setempat;
p.  penyelenggara  UN  untuk  Sekolah  Indonesia  di  Luar  Negeri  adalah
sebagai berikut:

No
Nama Sekolah 
Indonesia (SI)
Alamat  Negara
1.  S.I. Wassenar

Rijksstratweg 679 2245
CB Wassenar
Telp. 070-5178875

Belanda 
2.  S.I. Moskow

Novokuznetskaya, Ulitsa
12, Moskow Rusia Telp.
7-095-2319549

Rusia 
3.  S.I. Cairo

13 Babel Str. Dokki PO
Box 1661 Cairo-Egypt
Telp. 3372822

Mesir
4.  
S.I. Riyadh

Prince Naif bin Abdul Aziz
Hayy Ummul Hamam
Gharby  
PO Box 9434  Saudi
Arabia

Saudi Arabia

5.  S.I. Jeddah  c/o Konsulat Jenderal RI
PO Box 10 Jeddah 21411
Saudi Arabia
Saudi Arabia

6.  S.I. Islamabad  Diplomatic Enclave, Street
1 Ramna 5/4 Islamabad
Pakistan Telp. 811291-4
Pakistan
7.  S.I. Yangoon  100-Lower Kyimyindine
Road Ahlone, Yangoon,
Myanmar Telp. 20988
600-602 
Myanmar
8.  S.I. Bangkok 

Petchburi Road Bangkok 
Telp. 253135-40
Thailand
9.  S.I. Kuala Lumpur  Lorong Tun Ismail 50480
Kuala Lumpur, Malaysia,
Telp. 603-292 7682
Malaysia
10.  S.I. Singapura  Siglap Road Singapura
455859 
Telp. 4480722 Singapura
Singapura
11.  S.I. Tokyo   4-6-6, Meguro-Ku, Tokyo
153 Telp. 03-3719-1786,
Jepang 
Jepang 
  9
No
Nama Sekolah 
Indonesia (SI)
Alamat  Negara
12.  S.I. Damascus  Al-Akrami Street No. 10 A 
PO Box 3530, Damascus,
Syria
Syria
13.  S.I. Davao  Davao City Street, Davao,
Filipina
Filipina



III. BAHAN UN

A.  Penyusunan Kisi-Kisi Soal

Penyelenggara Tingkat Pusat menyusun  kisi-kisi  soal berdasarkan SKL,
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.  mengidentifikasi SKL Mata Pelajaran dari setiap mata pelajaran yang
diujikan  pada  kurikulum  1994,  kurikulum  2004  dan  Standar  Isi  (SI)
sesuai dengan Permen Nomor 22 tahun 2006;
2.  mengidentifikasi  SKL  yang  terdapat  pada  ketiga  dokumen  tersebut
(SKL  interseksi/SKL  irisan)  yang  selanjutnya  disebut  SKLUN  Tahun
Pelajaran 2010/2011;
3.  menetapkan SKLUN Tahun Pelajaran 2010/2011berdasarkan SKLUN
Tahun Pelajaran 2010/2011;
4.  menyusun  kisi-kisi  soal  berdasarkan  SKLUN  Tahun  Pelajaran
2010/2011dengan  melibatkan  dosen,  guru,  dan  pakar  penilaian
pendidikan;
5.  melakukan  validasi  kisi-kisi  soal  Tahun  Pelajaran  2010/2011dengan
melibatkan dosen, guru, dan pakar penilaian pendidikan;
6.  mengusulkan  kisi-kisi  soal  Tahun  Pelajaran  2010/2011kepada
Mendiknas untuk ditetapkan sebagai kisi-kisi soal UN Tahun pelajaran
2010/2011.

B.  Penyiapan Bahan UN

1.  Kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran 2010/2011
Penyelenggara UN Tingkat Pusat menyusun spesifikasi soal UN dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
a.  menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan SKLUN Tahun 2010/2011;
b.  menelaah dan merevisi kisi-kisi soal UN;
c.  memvalidasi kisi-kisi soal UN.
2.  Penyusunan Master Naskah Soal
a.  Penyelenggara UN Tingkat Pusat menyiapkan 25% butir soal dengan
cara  mengidentifikasi  dan  memilih  butir-butir  soal  dari  bank  soal
nasional sesuai dengan spesifikasi soal UN Tahun 2010/2011. 
b.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Provinsi  membuat  75%  butir  soal  dan
merakit  Master  Naskah  Soal,  dengan  langkah-langkah  sebagai
berikut:
1)  membuat  75%  butir  soal  sesuai  dengan  kisi-kisi  soal  UN  Tahun
2010/2011; 
  10
2)  merakit  Master  Naskah  Soal  UN  dengan  cara  menggabungkan
25%  butir  soal  yang  disiapkan  Penyelenggara UN  Tingkat  Pusat
dan  75%  butir  soal  yang  dibuat  Penyelenggara  UN  Tingkat
Provinsi;
3)  menata perwajahan (lay out) Master Naskah Soal.
c.  Soal  yang  berasal  dari  daerah  disusun  oleh  guru  yang  berasal  dari
kabupaten/kota  yang  telah  berpengalaman  dan  mendapatkan
pelatihan penulisan soal dari Puspendik. 

3.  Jumlah butir soal dan alokasi waktu UN adalah sebagai berikut:

No.  Mata Pelajaran
Jumlah Butir
Soal
Alokasi
Waktu
1.  Bahasa Indonesia  50  120 menit
2.  Matematika  40  120 menit
3.  Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)  40  120 menit

4.  Pengiriman 25% butir soal UN dari Penyelenggara UN Tingkat Pusat
a.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Pusat  mengirimkan  25%  butir  soal  UN
kepada Penyelenggara UN Tingkat Provinsi disertai Berita Acara.
b.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Provinsi  menerima  dan  memeriksa  soal
UN dari Penyelenggara UN Tingkat Pusat, dengan ketentuan sebagai
berikut:
1)  mengecek  25%  butir  soal  UN  sesuai  dengan  rincian  mata
pelajaran yang diujikan;
2)  mengisi  dan menandatangani Berita Acara Serah Terima  dengan
saksi  dari  Dinas  Pendidikan  dan  Kanwil  Kementerian  Agama
Provinsi;
c.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Pusat mengirimkan  Naskah  Soal  UN  ke
Sekolah Indonesia di luar negeri melalui koordinasi Biro Perencanaan
dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Nasional.

C.  Penggandaan Bahan UN

1.  Penggandaan  dan  pendistribusian  naskah  soal  UN  dilakukan  oleh
percetakan    yang  ditetapkan  melalui  lelang  terbuka  sesuai  dengan
peraturan perundang-undangan.
2.  Pelaksanaan  pelelangan  sebagaimana  yang  dimaksud  pada  ayat  (1)
menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. 
3.  Pengawasan    pencetakan  dan  pendistribusian  naskah  soal  UN  menjadi 
tanggung jawab terguruan tinggi.  
4.  Ketentuan  lebih  lanjut  mengenai  penggandaan  dan  pendistribusian
naskah  soal  UN  diatur  dalam  POS  tersendiri    yang    ditetapkan  oleh
BSNP. 
 
  11
IV. PELAKSANAAN UN
A.  Jadwal UN

1.  UN terdiri atas UN Utama dan UN Susulan.
2.  UN  Susulan  hanya  berlaku  bagi  peserta  didik  yang  sakit  atau
berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.
3.  Jadwal pelaksanaan UN sebagai berikut:

Jadwal UN Tahun Pelajaran 2010/2011  SD, MI, dan SDLB
No.  Jenis UN  Hari dan Tanggal  Pukul  Mata Pelajaran
UN Utama  Selasa, 10 Mei 2011 
1.
UN Susulan  Rabu,  18 Mei 2011
08.00 – 10.00
Bahasa
Indonesia
UN Utama   Rabu,  11 Mei 2011
2.
UN Susulan  Kamis, 19 Mei 2011
08.00 – 10.00  Matematika
UN Utama  Kamis, 12 Mei 2011
3.
UN Susulan  Jumat, 20 Mei 2011
08.00 – 10.00
Ilmu
Pengetahuan
Alam (IPA)


B.  Pengumuman Hasil UN
1.  Pengumuman  hasil UN  dilakukan  secara  serentak  di  sekolah/madrasah
penyelenggara.
2.  Waktu pengumuman UN adalah selambat-lambatnya minggu ketiga bulan
Juni 2011.

C.  Ruang UN

Sekolah/Madrasah  penyelenggara  UN  menetapkan  ruang  UN  dengan
persyaratan sebagai berikut:
1.  ruang kelas yang digunakan aman dan memadai untuk UN;
2.  setiap ruang ujian ditempel kertas yang bertuliskan “dilarang masuk selain
peserta ujian dan pengawas”
3.  setiap  ruang  ditempati  paling  banyak  20  peserta,  dan  1  meja  untuk
Pengawas UN;
4.  setiap meja diberi nomor peserta UN;
5.  setiap  ruang  UN  disediakan  denah  tempat  duduk  peserta  UN  dan
lak/segel;
6.  gambar  atau  alat  peraga  yang  berkaitan  dengan  materi  UN  agar
dikeluarkan dari ruang UN;
7.  tempat duduk peserta UN diatur sebagai berikut:
a.  satu bangku untuk satu orang peserta UN;
b.  jarak  antara  meja  yang  satu  dengan  yang  lain  disusun  dengan
mempertimbangkan  jarak  antara  peserta  yang  satu  dengan  peserta
yang lain minimal 1 (satu) meter;
c.  penempatan  peserta  UN  disesuaikan  dengan  urutan  nomor  peserta
UN (lihat gambar contoh denah ruang UN);
 
  12










































Contoh denah ruang UN







A  B  A  B
B  A  A  B
Pengawas
Ujian
20  19  18  17
13  14  15  16
12  11  10  9
5  6  7  8
4  3  2  1 
  13

D.  Pengawas Ruang UN

1.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  menetapkan  Pengawas
Ruang UN di  tingkat sekolah/madrasah atas usul dari sekolah/madrasah
penyelenggara.
2.  Pengawas  Ruang  UN  adalah  guru  yang  memiliki  sikap  dan  perilaku
disiplin,  jujur,  bertanggung  jawab,  teliti,  dan  memegang  teguh
kerahasiaan.
3.  Pengawas Ruang UN harus menandatangani surat pernyataan bersedia
menjadi Pengawas Ruang UN sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
harus  hadir  30 menit  sebelum  ujian  dimulai  di  lokasi  sekolah/madrasah
penyelenggara UN.
4.  Pengawas  Ruang  UN  tidak  diperkenankan  untuk  membawa  alat
komunikasi elektronik ke dalam ruang ujian.
5.  Penempatan  Pengawas  Ruang  UN  dilakukan  oleh  Penyelenggara  UN
Tingkat  Kabupaten/Kota  dengan  prinsip  sistem  silang  murni
antarsekolah/madrasah dalam satu kecamatan.
6.  Setiap ruangan diawasi oleh dua orang Pengawas Ruang UN.
7.  Apabila  jumlah  pengawas  dari  madrasah  tidak  mencukupi  dapat
dilakukan silang murni antar sekolah.

E.  Tata Tertib Pengawas Ruang UN

1.  Persiapan UN
a.  Tiga  puluh  (30)   menit  sebelum  ujian  dimulai  Pengawas  Ruang UN
telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN.
b.  Pengawas  Ruang  UN  menerima  penjelasan  dan  pengarahan  dari
Ketua Penyelenggara UN.
c.  Pengawas Ruang UN menerima bahan UN yang berupa Naskah Soal
UN, LJUN, Amplop LJUN, Daftar Hadir, dan Berita Acara Pelaksanaan
UN.

2.  Pelaksanaan UN
a.  Pengawas Ruang UN masuk  ke  dalam  ruang UN  20 menit  sebelum
waktu pelaksanaan dan memeriksa kesiapan ruang ujian.
b.  Pengawas Ruang UN meminta peserta UN untuk memasuki ruang UN
dengan menunjukkan kartu peserta UN, dan menempati tempat duduk
sesuai nomor yang telah ditentukan.
c.  Pengawas  Ruang  UN  memeriksa  setiap  peserta  UN  untuk  tidak
membawa  tas,  buku  atau  catatan  lain,  alat  komunikasi  elektronik,
kalkulator dan sebagainya ke dalam  ruang UN kecuali alat  tulis yang
akan dipergunakan.
d.  Pengawas Ruang UN membacakan Tata Tertib UN.
e.  Pengawas Ruang UN meminta peserta ujian menandatangani Daftar
Hadir UN.
f.  Pengawas  Ruang  UN  membagikan  LJUN  kepada  peserta  dan
memandu  serta  memeriksa  pengisian  identitas  peserta  UN  (nomor
ujian,  nama,  tanggal  lahir,  dan  tanda  tangan)  sebelum  waktu  UN
dimulai.  
  14
g.  Setelah  seluruh  peserta  UN  selesai  mengisi  identitas,  Pengawas
Ruang  UN  membuka  amplop  soal,  memeriksa  kelengkapan  bahan
ujian,  dan meyakinkan  bahwa  amplop  tersebut  dalam  keadaan  baik
dan tertutup rapat (disegel), disaksikan oleh peserta ujian. 
h.  Pengawas  Ruang  UN  membagikan  Naskah  Soal  UN  dengan  cara
meletakkan  di atas meja  peserta UN  dalam  posisi  tertutup  (terbalik).
Peserta UN  tidak  diperkenankan  untuk menyentuhnya  sampai  tanda
waktu UN dimulai.
i.  Pengawas Ruang UN mengecek kelengkapan soal UN.
j.  Setelah  tanda  waktu  mengerjakan  dimulai,  Pengawas  Ruang  UN
mempersilahkan  peserta  UN  untuk  mulai  mengerjakan  soal  dan
mengingatkan  peserta  agar  terlebih  dahulu membaca  petunjuk  cara
menjawab soal. 
k.  Kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan di
ruang ujian.
l.  Selama  UN  berlangsung,  Pengawas  Ruang  UN  wajib  menjaga
ketertiban  dan  ketenangan  suasana  sekitar  ruang  ujian,  memberi
peringatan  dan  sanksi  kepada  peserta  yang melakukan  kecurangan,
serta melarang orang lain yang tidak berkepentingan memasuki ruang
UN.
m. Pengawas Ruang UN dilarang memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan
apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang
diujikan.
n.  Lima menit sebelum waktu UN selesai, Pengawas Ruang UN memberi
peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit.
o.  Setelah  waktu  UN  selesai,  Pengawas  Ruang  UN  mempersilakan
peserta untuk  berhenti mengerjakan  soal. Pengawas mengumpulkan
LJUN dan Naskah Soal UN. Peserta UN dipersilahkan meninggalkan
ruang  ujian,  setelah  pengawas  menghitung  jumlah  LJUN  sama
dengan jumlah peserta UN.  
p.  Pengawas Ruang UN menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta
terkecil, dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan
Daftar  Hadir  Peserta,  dan  kemudian  ditutup  dan  dilak  serta
ditandatangani oleh Pengawas Ruang UN di dalam ruang ujian. 
q.  Pengawas  Ruang  UN  menyerahkan  LJUN  dan  Naskah  Soal  UN
kepada Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah disertai dengan
Berita Acara pelaksanaan UN. 

F.  Tata Tertib Peserta UN
  
1.  Peserta UN memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15
(lima belas) menit sebelum UN dimulai.
2.  Peserta  UN  yang  terlambat  hadir  hanya  diperkenankan  mengikuti  UN
setelah  mendapat  izin  dari  ketua  Penyelenggara  UN  Tingkat
Sekolah/Madrasah, tanpa diberi perpanjangan waktu. 
3.  Peserta UN dilarang membawa alat komunikasi elektronik, kalkulator, tas,
buku, dan catatan dalam bentuk apapun ke dalam ruang ujian. 
4.  Peserta UN membawa  alat  tulis menulis  berupa  pensil  2B,  penghapus, 
penggaris,  dan  bolpoin  berwarna  hitam/biru  serta  kartu  tanda  peserta
ujian. 
  15
5.  Peserta UN mengisi Daftar Hadir.
6.  Peserta UN mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian.
7.  Peserta UN mengisi identitas pada LJUN secara lengkap dan benar.
8.  Peserta UN  yang memerlukan penjelasan cara pengisian  identitas pada
LJUN  dapat  bertanya  kepada  Pengawas  Ruang  UN  dengan  cara
mengacungkan tangan terlebih dahulu.
9.  Selama UN berlangsung, peserta UN hanya dapat meninggalkan ruangan
dengan  izin  dan  pengawasan  dari  Pengawas    Ruang  UN,  serta  tidak
melakukannya berulang kali.
10. Peserta  UN  yang  memperoleh  Naskah  Soal  yang  cacat  atau  rusak,
pengerjaan  soal  tetap  dilakukan  sambil menunggu  penggantian Naskah
Soal.
11. Peserta UN yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak
kembali  lagi  sampai  tanda  selesai  dibunyikan,  dinyatakan  telah  selesai
menempuh/mengikuti UN pada mata pelajaran yang terkait.
12. Peserta  UN  yang  telah  selesai  mengerjakan  soal  sebelum  waktu  UN
berakhir tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya
waktu ujian.
13. Peserta  UN  berhenti  mengerjakan  soal  setelah  ada  tanda  berakhirnya
waktu ujian.
14. Selama UN berlangsung, peserta UN dilarang:
a.  menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
b.  bekerjasama dengan peserta lain;
c.  memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d.  memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat
pekerjaan peserta lain; 
e.  membawa Naskah Soal UN dan LJUN keluar dari ruang ujian;
f.  menggantikan atau digantikan oleh orang lain.


V. PEMERIKSAAN HASIL UN

A.  Pengumpulan Hasil UN

1.  Kepala  sekolah/madrasah  penyelenggara  UN  mengumpulkan  amplop
LJUN yang telah disegel oleh Pengawas Ruang UN dan memasukkannya
ke dalam amplop besar.
2.  Kepala  sekolah/madrasah  penyelenggara  UN  mengirimkan  LJUN  ke
Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  atau  kepada  Atase
Pendidikan  bagi  sekolah/madrasah  penyelenggara  UN  di  luar  negeri,
disertai dengan Berita Acara Serah Terima.
3.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  memeriksa  kesesuaian
berkas  LJUN  dengan  peserta  UN  dari  setiap  sekolah/madrasah
penyelenggara UN.
4.  Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota mengelompokkan LJUN per
mata pelajaran per sekolah/madrasah penyelenggara UN. 
5.  Atase Pendidikan mengirimkan LJUN ke Puspendik.


 
  16
B.  Pengolahan Hasil UN

1.  BSNP bersama Puspendik mengembangkan sistem dan perangkat lunak
(software) untuk pendataan calon peserta, pemindaian  (scanning) LJUN,
analisis, dan pelaporan hasil Ujian.
2.  BSNP bersama Puspendik mengkoordinasikan pelaksanaan pengolahan
hasil UN di seluruh provinsi.
3.  Tim Pemindaian LJUN Tingkat Kabupaten/Kota memindai LJUN dengan
menggunakan software dari Puspendik.
4.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  mengirimkan  hasil
pemindaian  ke  Penyelenggara  UN  Tingkat  Provinsi,  disertai  dengan
Berita Acara Serah Terima.
5.  Pengiriman hasil pemindaian LJUN dari kabupaten/kota ke provinsi paling
lambat satu minggu setelah UN selesai.
6.  Penyelenggara  UN  Tingkat  Provinsi  melakukan  penskoran  hasil  UN
dengan  menggunakan  software  dari  Puspendik  dan  kunci  jawaban  di
provinsi.
7.  Hasil penskoran UN dinyatakan dalam DKHUN dan SKHUN.
8.  Penyelenggara UN Tingkat Provinsi mencetak DKHUN dan SKHUN.
9.  DKHUN  dan  SKHUN  dikirim  kepada  sekolah/madrasah  penyelenggara
UN  melalui  Penyelenggara  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  disertai  Berita
Acara Serah Terima.
10. Penyelenggara  UN  Tingkat  Provinsi mengirimkan  hasil  skoring  UN  dan
hasil pemindaian kepada Penyelenggara UN Tingkat Pusat disertai Berita
Acara Serah Terima.
11. BSNP bersama Puspendik mencetak DKHUN dan SKHUN untuk Sekolah
Indonesia di luar negeri.

VI. KELULUSAN DARI SATUAN PENDIDIKAN 

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh  nilai minimal  baik  pada  penilaian  akhir  untuk  seluruh mata
pelajaran:  
1)  kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; 
2)  kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; 
3)  kelompok mata pelajaran estetika, dan 
4)  kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;
c. lulus  US/M  untuk  kelompok  mata  pelajaran  ilmu  pengetahuan  dan
teknologi; dan
d. lulus UN. 
BAB VII
KELULUSAN UN
(1)  Peserta  didik  dinyatakan  lulus  US/M      pada  SD, MI,  dan  SDLB    apabila
peserta  didik  telah  memenuhi  kriteria  kelulusan  yang  ditetapkan  oleh
satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai  S/M. 
  17
(2)  Nilai S/M diperoleh dari    rata-rata gabungan nilai US/M dan nilai  rata-rata
rapor  semester  7,  8,  9,  10,  dan  11  dengan  pembobotan  60%  untuk  nilai
US/M  dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.
(3)  Kelulusan peserta didik dari UN ditentukan berdasarkan NA. 
(4)  NA  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)    diperoleh  dari    nilai  rata-rata
gabungan nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan nilai UN
dengan formula 60% nilai UN dan 40% nilai S/M. 
(5)  Kelulusan  peserta  didik  dari  satuan  pendidikan  ditetapkan  oleh  setiap
satuan pendidikan melalui rapat dewan guru berdasarkan kriteria kelulusan
sebagaimana  dimaksud pada  Bab VI.

VIII. PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN UN

Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan UN dilakukan oleh setiap Penyelenggara
UN  Tingkat  Pusat,  Provinsi,  dan  Kabupaten/Kota,  dan  Kantor  Cabang  Dinas
Pendidikan/Unit  Pelaksana  Teknis  Dasar  Tingkat  Kecamatan  sesuai  dengan
tugas dan kewenangannya.


IX. BIAYA PENYELENGGARAAN UN


A.  Komponen  biaya  untuk  penyelenggaraan  UN  meliputi  biaya
penyelenggaraan  di  tingkat  Pusat,  provinsi,  kabupaten/kota,  dan
sekolah/madrasah.
B.  Biaya  penyelenggara  UN  menjadi  tanggung  jawab  Pemerintah  Pusat  dan
Pemerintah Daerah.
C.  Biaya penyelenggaraan UN di tingkat Pusat mencakup komponen-komponen  
sebagai berikut:
1.  penyusunan POS UN;
2.  sosialisasi UN ke provinsi;
3.  penyiapan 25% butir soal UN;
4.  pemantauan kesiapan dan pelaksanaan UN;
5.  rapat koordinasi dan sosialisasi kebijakan UN;
6.  operasional pelaksanaan UN;
7.  analisis hasil UN, pelaporan, dan penyusunan rekomendasi; dan
8.  publikasi hasil UN.

D.  Biaya  penyelenggaraan  UN  di  tingkat  provinsi  mencakup  komponen-
komponen sebagai berikut:
1.  pelaksanaan  sosialisasi,  koordinasi,  dan  kerja  sama  dengan  instansi
terkait di provinsi dalam rangka persiapan pelaksanaan UN;
2.  penggandaan dan pendistribusian POS UN;
3.  pelatihan dan penyusunan 75% butir soal;
4.  pelatihan penskoran hasil UN;
5.  perakitan Master Naskah Soal UN; 
  18
6.  penggandaan,  pengamplopan,  dan  pengepakan  bahan  UN,  serta
pendistribusian ke kabupaten/kota; 
7.  operasional pelaksanaan UN; 
8.  pengiriman  hasil  pemindaian  LJUN  dan  hasil  penskoran  UN  kepada
Penyelenggara UN Tingkat Pusat;
9.  pencetakan  dan  pendistribusian  DKHUN  dan  SKHUN  ke
sekolah/madrasah penyelenggara UN melalui Penyelenggara UN Tingkat
Kabupaten/Kota;
10. pencetakan  dan  pendistribusian  blangko  ijazah  ke  sekolah/madrasah
penyelenggara UN melalui Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota; 
11. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan UN; dan
12. penyusunan dan pengiriman laporan UN.

E.  Biaya penyelenggaraan UN di  tingkat kabupaten/kota mencakup komponen-
komponen sebagai berikut:
1.  pelaksanaan  sosialisasi,  koordinasi,  dan  kerja  sama  dengan  instansi
terkait di Kabupaten/Kota setempat dalam rangka persiapan pelaksanaan
UN;
2.  pencetakan dan pendistribusian blangko pendataan calon peserta UN ke
sekolah/madrasah;
3.  pengelolaan data peserta UN;
4.  pencetakan kartu peserta UN;
5.  pencetakan  dan  pendistribusian  blangko  pendataan  calon  Pengawas
Ruang UN ke sekolah/madrasah;
6.  pengelolaan data pengawas UN;
7.  pencetakan kartu pengawas UN;
8.  pendistribusian  SKLUN  dan  POS  ke  Sekolah/Madrasah  penyelenggara
UN;
9.  operasional pelaksanaan UN kabupaten/kota dan sekolah/madrasah;
10. pemindaian LJUN;
11. pengiriman hasil pemindaian ke Penyelenggara UN Tingkat Provinsi;
12. pengiriman  DKHUN  dan  SKHUN  kepada  Penyelenggara  UN  Tingkat
Sekolah/Madrasah;
13. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan UN; dan
14. penyusunan dan pengiriman laporan.

F.  Biaya  penyelenggaraan  UN  di  tingkat  sekolah/madrasah  mencakup
komponen-komponen sebagai berikut:
1.  pengisian dan pengiriman data calon peserta UN ke Penyelenggara UN
Tingkat Kabupaten/Kota; 
2.  pengambilan bahan UN dari Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota;
3.  pengiriman LJUN ke Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota;
4.  operasional penyelenggara UN;
5.  pengawasan  pelaksanaan UN  di Sekolah/Madrasah  penyelenggara UN;
dan
6.  penyusunan dan pengiriman laporan.



 
  19
X. SANKSI

A.  Peserta  UN  yang  melanggar  tata  tertib  diberi  peringatan  oleh  Pengawas
Ruang  UN.  Apabila  peserta  UN  telah  diberi  peringatan  dan  tidak
mengindahkan  peringatan  tersebut, maka  pengawas  ruang  ujian mencatat 
dan  mengusulkan  peserta  UN  tersebut  untuk  dinyatakan  gagal  ujian  dan
ditulis dalam berita acara.  
B.  Pengawas Ruang UN yang melanggar ketentuan POS dibebastugaskan dan
diganti  oleh  yang  lain,  serta  tidak    diikutsertakan  dalam  kegiatan UN  yang
akan datang. 
C.  Sekolah/Madrasah penyelenggara UN yang melanggar ketentuan POS tidak
akan ditunjuk sebagai penyelenggara UN yang akan datang.
D.  Semua  pelanggaran  yang  dilakukan  oleh  Pengawas  Ruang  UN,  dan
sekolah/madrasah    penyelenggara  dilaporkan  kepada  pimpinan  lembaga
asal yang bersangkutan.



                                                                   Ditetapkan di Jakarta
                                                Pada tanggal 3 Januari  2011
                                                    
        

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akreditasi 2010

Bela diri